MERANGKAI. Murid SDN Sukamanah 2 merangkai plastik kemasan menjadi sebuah karpet besar berukuran lapangan bola.
Dibuat Oleh Murid SDN Sukamanah 2
TASIK – SDN Sukamanah 2 Kota Tasikmalaya bertekad untuk mengukir prestasi di Museum Rekor Indonesia (Muri). Sekolah yang banyak meraih prestasi di bidang lingkungan hidup ini sedang berupaya membuat karpet terbesar yang terbuat dari sampah bungkus kopi.
Koordinator pengelolaan lingkungan sekolah SDN Sukamanah 2 Wawan Darmawan menuturkan karpet sampah plastik kopi itu akan dibuat sebesar lapang sepak bola. Lebih tepatnya karpet itu akan dibuat dengan ukuran 100 meter.
”Sudah satu minggu dikerjakan, sekarang kalau di gabung sudah sepuluh meter. Dan dipisahkan dulu jenis bungkus kopinya. Targetnya 4 bulan selesai karena pembuatan karpet ini bisa satu hari satu meter,” ungkapnya yang ditemui kemarin (21/11).
Lanjut Wawan, pada dasarnya upaya pembuatan karpet terbesar ini untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya sampah plastik. Terutama untuk keberlangsungan ekosistem, karena sampai plastik sulit terurai.
”Target rekor muri itu bukan tujuan utama. Tapi kami ingin menyadarkan masyarakat paling tidak mengurangi pencemaran lingkungan dan memanfaatkan sampah. Dan rekor muri itu cuma untuk menambah motivasi,” tandasnya.
Menurutnya untuk mensukseskan pembuatan karpet itu dibutuhkan jutaan bungkus kopi. Kata dia, saat ini bungkus kopi baru terkumpul sekitar 15 ribu.
”Pihak sekolah minta bantuan masyarakat dalam bentuk pengumpulan bungkus kopi. Apalagi dari pihak perusahaan terkait diharapkan bisa memberikan dukungan,” ucapnya.
Lanjut Wawan, proses pembuatan karpet kopi sangat mudah. Karenanya pembuatan karpet tersebut dilakukan oleh anak-anak yang dibimbing oleh guru.
Dia menuturkan sampah bungkus kopi yang saat ini sudah terkumpul pun merupakan sumbangan dari anak-anak. Di antaranya dari anak-anak yang sudah masuk ke kelompok pengelolaan lingkungan hidup. Kelompok itu terdiri dari murid kelas III sampai VI yang dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan satu orang penanggung jawab.
Kelompok tersebut mempunyai tugas berbeda setiap harinya. Misalnya untuk hari Kamis tugas kelompok seledri untuk membersihkan halaman belakang. Kemudian di hari berikutnya tugas masing–masing kelompok berbeda lagi.(shendy)