Selasa, 10 Desember 2013

Membuat Karpet Raksasa dari Bungkus Kopi

MERANGKAI. Murid SDN Sukamanah 2 merangkai plastik kemasan menjadi sebuah karpet besar berukuran lapangan bola.

Dibuat Oleh Murid SDN Sukamanah 2
TASIK – SDN Sukamanah 2 Kota Tasikmalaya bertekad untuk mengukir prestasi di Museum Rekor Indonesia (Muri). Sekolah yang banyak meraih prestasi di bidang lingkungan hidup ini sedang berupaya membuat karpet terbesar yang terbuat dari sampah bungkus kopi.
Koordinator pengelolaan lingkungan sekolah SDN Sukamanah 2 Wawan Darmawan menuturkan karpet sampah plastik kopi itu akan dibuat sebesar lapang sepak bola. Lebih tepatnya karpet itu akan dibuat dengan ukuran 100 meter.
”Sudah satu minggu dikerjakan, sekarang kalau di gabung sudah sepuluh meter. Dan dipisahkan dulu jenis bungkus kopinya. Targetnya 4 bulan selesai karena pembuatan karpet ini bisa satu hari satu meter,” ungkapnya yang ditemui kemarin (21/11). 
Lanjut Wawan, pada dasarnya upaya pembuatan karpet terbesar ini untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya sampah plastik. Terutama untuk keberlangsungan ekosistem, karena sampai plastik sulit terurai.
”Target rekor muri itu bukan tujuan utama. Tapi kami ingin menyadarkan masyarakat paling tidak mengurangi pencemaran lingkungan dan memanfaatkan sampah. Dan rekor muri itu cuma untuk menambah motivasi,” tandasnya.
Menurutnya untuk mensukseskan pembuatan karpet itu dibutuhkan jutaan bungkus kopi. Kata dia, saat ini bungkus kopi baru terkumpul sekitar 15 ribu. 
”Pihak sekolah minta bantuan masyarakat dalam bentuk pengumpulan bungkus kopi. Apalagi dari pihak perusahaan terkait diharapkan bisa memberikan dukungan,” ucapnya.
Lanjut Wawan, proses pembuatan karpet kopi sangat mudah. Karenanya pembuatan karpet tersebut dilakukan oleh anak-anak yang dibimbing oleh guru. 
Dia menuturkan sampah bungkus kopi yang saat ini sudah terkumpul pun merupakan sumbangan dari anak-anak. Di antaranya dari anak-anak yang sudah masuk ke kelompok pengelolaan lingkungan hidup. Kelompok itu terdiri dari murid kelas III sampai VI yang dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan satu orang penanggung jawab.
Kelompok tersebut mempunyai tugas berbeda setiap harinya. Misalnya untuk hari Kamis tugas kelompok seledri untuk membersihkan halaman belakang. Kemudian di hari berikutnya tugas masing–masing kelompok berbeda lagi.(shendy)

KEGIATAN DOKCIL SDN SUKAMANAH 2 KOTA TASIKMALAYA





Juara 1 Sekolah Adiwiyata Kota Tasikmalaya






Sabtu, 01 Juni 2013

PROFIL SEKOLAH SDN SUKAMANAH 2 KOTA TASIKMALAYA

SDN Sukamanah 2 terletak di Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. SDN Sukamanah 2 dulunya merupakan SD yang kurang diperhitungkan karena terletak di atas gunung sehingga disebut SD Gunung, tetapi dengan proses serta  kerja keras dari seluruh elemen yang ada baik dari pihak sekolah dan seluruh stakeholder SDN Sukamanah 2 sedikit demi sedikit image tersebut berubah dengan sendirinya sehingga sekolah yang dapat diperhitungkan di Kota Tasikmalaya. SDN Sukamanah 2 merupakan salah satu SD terbaik dikota Tasikmalaya, ini dikarenakan dengan prestasinya yang telah dicapai baik tingkat kota maupun provinsi. SDN Sukamanah 2 dijuluki sebagai SD Sehat karena prestasinya mengelola sekolah menjadi sekolah yang sejuk, asri dan bersih, sehingga setiap dalam perlombaan yang berhubungan dengan kesehatan dan kebersihan sekolah ini sering ditunjuk sebagai wakil kota Tasikmalaya dan sebagai sekolah percontohan dalam  bidang pengelolaan kesehatan sekolah atau UKS.

Minggu, 28 April 2013


SDN Sukamanah 2 Cipedes Menerima Tropy Juara III dari Gubernur Jabar



Kota Tasikmalaya, LINTAS PENA
SDN Sukamanah 2 yang berada di lingkungan UPTD Cipedes dan berhasil meraih  Juara III Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Jawa Barat, belum lama ini  menerima tropy kejuaraan dan piagam penghargaan dari Gubernur Ahmad Heryawan, yang diserahkan di Gedung Sate Bandung dalam suatu acara. Keberhasilan yang diraih sekolah dasar ini tentunya menjadi kebanggaan  Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
                “Prestasi yang diraih sekolah kami di ajang Lomba Sekolah Sehat tingkat Jawa Barat merupakan prestasi juga bagi Dinas Pendidikan Tasikmalaya,dan umumnya warga pendidikan Kota Tasikmalaya,” ujar Dra.Enok Nani Daryani MPd, Kepala SDN Sukamanah 2 kepada LINTAS PENA di ruang kerjanya.
                Walaupun hanya meraih Juara III, tetapi prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN Sukamanah 2, karena usaha mereka (kepala sekolah, staf guru dan peserta didik) tidak sia-sia.
                “Pada event yang sama di tahun depan, mudah-mudahan prestasi sekolah kami akan lebih meningkat dan bahkan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, terutama adanya dukungan financial dari Dinas Pendidikan maupun Pemkot Tasikmalaya,”tuturnya.(JOHAN ROHANI)***

Kamis, 11 April 2013


PROFIL/POTRET SEKOLAH

A. Identitas Sekolah
1. Nama Sekolah       : SD Negeri Sukamanah II Kota Tasikmalaya
2. Status Sekolah       : Negeri
3. Alamat                   : Jalan Ahmad Yani Blk No. 154 Tasikmalaya
                                              Kelurahan      : Sukamanah
                                              Kecamatan         : Cipedes
             Kode Pos             : 46131
4. Tahun Pendirian     : 1955   
5. Nama Yayasan      :  -
6. Visi Sekolah          :  Mewujudkan layanan pendidikan yang professional, berprestasi, dan   berwawasan lingkungan dengan nuansa islami.
7. Misi Sekolah        :      a.    Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
b. Meningkatkan profesionalisme guru dalam upaya pelayanan    pembelajaran
c.        Mengembangkan kreativitas siswa untuk berprestasi  baik akademik maupun non akademik
d.        Meningkatkan pengadan sarana dan prasarana
e.        Meningkatkan budaya peduli lingkungan
              8. Tujuan                     :  Potensi data pengelolaan sekolah 3 tahun terakhir, SD Negeri Sukamanah II Kecamatan   Cipedes Kota TasikmalayaKota Tasikmalaya dapat dikembangkan menjadi sekolah yang unggul dan mandiri, dengan cirri sebagai berikut :
1.     Memiliki kepercayaan diri dalam mengatasi kesulitan dan masalah yang dihadapi.
2.     Penampilan organisasi yang tinggi, yaitu adanya pembagian tangguang jawab disertai wewenang mengambil keputusan, deskripsi tugas yang jelas. Control kepala sekolah yang berkesinambungan. Organisasi berjalan demokrasi dan tertib. Keputusan diambil dengan rasional, efektivitas, efisiensi, dan prodiktivitas.
3.     Dinamika sekolah yang tinggi, membawa setiap siswa kreatif, sehingga pertumbuhan jasmani, emosi, sosial, intelek, dan nilai-nilai dapat tumbuh secara optimal.
4.     Sekolah dan masyarakat saling mempercayai dan saling membantu satu sama lain.
5.     Hubugan antar sekolah dan guru, siswa serta masyarakat terjalain dalam komunitas terbuka untuk menerima kritik masyarakat.
6.     Kualitas KBM yang tinggi sehingga mampu menghasilkan perubahan sikap, tingkah laku dalam pengetahuan, keterampilan, nilai budi pekerti dan mandiri.
9. Strategi                    :  Pembinaan seluruh personil agar memiliki kesadaran akan tugas pokok, fungsi dan kedudukan, serta kewajibannya agar tumbuh minat dan motivasi untuk senantiasa mengembangkan kompetensi dan potensi dirinya sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dan etos kerja dibidangnya masing-masing yang pada akhirnya akan tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesamaan persepsi, kesatuan gerak dan langkah dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas lulusan.
a.         Pengembangan dan peningkatan mutu dan Sistem kerja melalui pembagian tugas dan wewenang yang jelas dengan menerapkan system koordinasi yang tepat, baik kedalam maupun keluar, sehingga diharapkan pengguanaan waktu, biaya yang efektif, efisien, tepat sasaran, tepat guan dan berhasil guna.
b.         Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan sekolah yang mencakup kegiatan ilmiah dengan pemanfaatan kemajun dibidang IPTEK, keagamaan, dan kegiatan lainnya yang dapat menumbuhkan wawasan, gagasan, daya cipta, dan daya kreasi murid dengan memanfaatkan potensi diri dan alam lingkungannya.

c.          Pemberdayaan dan optimalisasi sarana dan prasarana termasuk penediaan buku-buku perpustakaan dan alat-alat pembelajaran lainnya. Upaya ini perlu didukung oleh inventarisasi dan perawatan fisik yang baik oleh seluruh warga sekolah dengan berorientasi pada 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kenyamanan, Keasrian, dan Kekeluargaan).